Siang itu, Senin 3 Oktober 2011 seusai mengikuti mata kuliah dasar-dasar penulisan, aku dan tiga temanku menuju ATM di fakultas ekonomika dan bisnis. Sepanjang jalan kami membincangkan mengenai tugas yang diberikan mbak Ipeh untuk menulis tentang hal apa yang menarik pada hari itu. Sambil ku perhatikan sekeliling, mencari-cari hal apa yang menarik. Tidak ada yang menarik perhatianku saat perjalanan menuju ATM, semuanya biasa saja. Pikiran tentang tugas dasar-dasar penulisan sejenak berhenti setelah tiba di ATM.
Seusai dari ATM, kami berjalan menuju FISIPOL melalui jalan pintas di kantin. Kembali ku perhatikan sekitar, pandanganku terhenti pada sebuah sepeda yang parkir tepat di depan lobby gedung pascasarjana fakultas ekonomika dan bisnis. Sepeda berwarna hijau, tidak ada yang menarik dari sepeda itu, hanya sepeda biasa. Sepeda siapa? Salah tempat parkir? atau sengaja? pertanyaan-pertanyaan itu yang sejenak terlintas di benakku. Siapa pemilik sepeda itu tidak terlalu bermasalah untukku. Namun yang mebuatku penasaran adalah alasan si pemilik meletakkan sepedanya di tempat tersebut. Bukankah telah disediakan tempat parkir sepeda disetiap fakultas? dan yang lebih aneh lagi, hanya ada satu sepeda disitu. Letaknya pun bukan di jalan yang berpaving, melainkan di atas lantai depan lobby gedung.
Perjalanan menuju FISIPOL kami lanjutkan setelah sejenak membincangkan sepeda itu. Namun ya sudahlah, alasan mengapa sepeda berwarna hijau tersebut berada di tempat itu hanya pemiliknya yang tahu. Bukan urusanku memikirkan hal itu, walaupun rasa penasaran masih mengganjal di hati sampai sekarang.